blibli
20220717_010355

Sempat kabur ke Lampung, Suami bunuh Istri akhirnya menyerahkan diri

Pelaku menyerahkan diri ke Polsek PUT diantar Kades

intikata.com – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan Melina Efriyanti (31) ibu rumah warga Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong (RL) yang meninggal dirumahnya pada Kamis sore (02/06) lalu, akhirnya terungkap setelah terduga pelaku K-O (33) yang tak lain merupakan suami dari korban menyerahkah diri ke Polsek Padang Ulak Tanding (PUT).

Kapolres RL AKBP. Tonny Kurniawan, S.Ik didampingi Kasat Reskrim AKP. Sampson Sosa Hutapea, S.Ik melalui KBO Sat Reskrim Iptu. Deni Fita Mocthar mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan akhirnya tiga hari setelah kejadian, tersangka (tsk) yang sempat kabur ke Provinsi Bandar Lampung menyerahkan diri didampingi Kepala Desa (Kades) Binduriang pada hari Minggu (05/06).

Baca Juga :  Gelapkan Mobil, Perempuan Muda Asal Binduriang Diringkus Macan Gading

“setelah tiga hari, tersangka pun menyerahkan diri dibantu oleh Kades ke Polsek Padang Ulak Tanding” ujarnya saat Konferensi Pers, Jum’at (10/06).

Setelah diamankan, tsk dan barang bukti pun diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim. Dari hasil penyidikan, terungkap permasalahan antara korban dan pelaku terjadi karena saat itu, pelaku melihat uang hasil panen kopi dan ia pun meminta uang tersebut untuk membayar hutang yang berujung cekcok mulut.

“makan hati, lebih baik aku bunuh diri” kata KBO Reskrim menirukan saat kejadian.

Mendengar istrinya berteriak seperti itu, tsk tak terima dan ia pun menarik kabel yang ada dirumahnya dan seketika lansung melilitkan kabel di leher dari arah belakang selama tiga menit hingga korban tak bernyawa lagi. Lalu membaringkannya di ruang tengah dan lansung berteriak minta tolong hingga tetangga dan keluarga korban pun datang.

Baca Juga :  Terlibat Judi Togel Online, Dua Warga Curup Selatan Digulung Polisi

“Setelah tiga menit dia tersadar melihat istrinya sudah tak bernyawa lagi, ia pun membaringkan korban dan berteriak minta tolong. Saat ayah dan keluarga korban datang, pelaku pun lansung melarikan diri” terangnya.

Saat kejadian, selain meminta uang untuk bayar hutang, setelah melihat uang korban sebanyak Rp. 8.000.000,- tsk juga meminta uang tersebut untuk membeli motor karena dirinya malu tak mempunyai sepeda motor. Namun istrinya yang ingin menabung uang tersebut untuk membuat rumah, tak mau mengabulkan permintaan sang suami.

Akibat kejadian ini, Penyidik PPA akan menjerat tsk K-O dengan pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 45.000.000,-

Baca Juga :  TMMD Reg 115 Kodim 0409/RL Resmi Ditutup. Ini Pesan Danrem 041/Gamas !

(iw.ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *