blibli
20220717_010355

Tak terima dipolisikan, mantan timses SAHE akan lapor balik

Sekda RL tegaskan Pemda tidak membuat laporan kepolisian ke Polda Bengkulu

intikata.com – Pasca diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Bengkulu atas perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dan penggunaan kendaraan dinas di Kabupaten Rejang Lebong, Senin 22 Juni 2022 lalu, Robert Chaniago selaku terperiksa dan pemakai kendaraan dinas roda empat dengan dua STNK plat hitam nopol BD 1498 PS dan plat merah BD 1197 KY, akhirnya mengembalikan kendaraan dinas ke Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Rejang Lebong disaksikan lansung Sekda Yusran Fauzi, ST dan Wakil Bupati Hendra Wahyudiansyah, SH, Selasa pagi kemarin (22/06).

Saat diwawancara awak media, Robert mengatakan saat pilkada lalu dirinya memang menjadi tim sukses (timses) dan membantu pasangan Samsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah (SAHE) saat Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2019 lalu. Namun untuk persoalan kendaraan dinas digunakan dan diberikan atas izin SAHE setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong pada Februari 2021 lalu, yang mulai dipakainya sejak bulan Mei tahun lalu.

Baca Juga :  Judi Cengkareng di Teras Rumah, 7 Warga Curup Utara Digulung Polisi

“Saat itu saya termasuk timses SAHE, cuma tidak ada surat resmi. Intinya saya cuma bantu-bantu saja” ungkapnya.

“Mengingat jasa akan bantuan saya” lanjutnya “jadi saya diizinkan memakai mobil itu oleh Bupati dan Wakil Bupati” imbuhnya.

Ia pun merasa kecewa dan mempertanyakan karena sampai diperiksa Polisi karena menggunakan kendaraan dinas, karena seharusnya terkait hal ini seharusnya prosedur yang dijalani tak harus sampai ke ranah hukum.

“yang jadi pertanyaan saya saat ini, andai kata benar ada penertiban aset Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong setidaknya segala sesuatu hal itu ada pendahuluan dan pemberitahuan secara lisan atau tertulis. Dan itu belum sama sekali ia terima, ujuk ujuk malah yang diterima undangan dari Polda ini” sebutnya.

Baca Juga :  Jalan TMMD Kodim 0409/RL Sepanjang 5,5 km Rampung 100 Persen

Atas kejadian ini, Robert pun tegaskan akan berkoordinasi dengan keluarganya untuk membawa ke ranah hukum dan melapor balik, dikarenakan dengan semua yang dialaminya saat ini, telah memberikan ketidaknyamanan bagi diri dan keluarganya.

“Ini merupakan pencemaran nama baik saya dituduh korupsi dan pengelapan kendaraan, karena saya bukan pegawai dan orang eselon (red ; aparatur sipil negara). Jadi saya akan berkoordinasi dengan keluarga besar, untuk proses hukum dan akan melapor balik” ancamnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Sekda Kabupaten RL Yusran Fauzi, ST membenarkan adanya penertiban aset tindak lanjut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2021. Namun disaat menjawab pertanyaan awak media kenapa kasus ini sampai ke proses hukum, ia pun tak mengetahui kenapa bisa seperti itu. Karena Pemerintah Daerah tidak pernah melaporkan terkait aset ini ke Polda Bengkulu.

“Penertiban aset ini kita lakukan karena ada di LHP BPK. Nah kalau sampai ke Polda ini kita tidak tahu, tapi yang jelas saya sebagai Sekda dan di bagian aset tidak melapor, kalau perlu kita klarifikasi ke Polda” tegasnya.

Baca Juga :  Unit Resintel Polsek PUT Bongkar Komplotan Pencuri Besi Tower Sutet

Disisi lain, Sekda pun tak mengetahui apakah penertiban ini telah berjalan sesuai prosedur administrasi di bidang aset untuk penyampaian secara tertulis kepada Robert selaku pemakai kendaraan dinas.

“yang jelas bidang aset yang menindaklanjutinya” singkatnya.

(iw.ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *