Lebih lanjut, dia pun mengatakan untuk budidaya ayam arab ini bibitnya didatangkan lansung dari Pulau Jawa sebanyak 300 ekor, kemudian baru diternakan di Lapas Curup.
“Ini baru mulai di akhir tahun lalu, masih DOC (bibit ayam, red) kita ambilnya dan ini alhamdulillah sudah besar” ujarnya.
Menurut Bambang setelah dilakukan evaluasi dari sisi bisnis, untuk ayam coklat petelur resiko pengeluaran untuk pemeliharaan juga terbilang mahal. Untuk itu, setelah ayam afkir, lansung diganti dengan ayam arab petelur.















