blibli
20220717_010355

Menkumham Yasonna Laoly Serahkan Instrumen Aksesi Traktat Budapest Kepada Dirjen Wipo Daren Tang

Traktat Budapest Diserahkan Saat Pertemuan Bilateral Bersama Dirjen Wipo

Menkumham Yasonna Laoly Serahkan Instrumen Aksesi Traktat Budapest Kepada Dirjen Wipo Daren Tang
Menkumham Yasonna Laoly Serahkan Instrumen Aksesi Traktat Budapest Kepada Dirjen Wipo Daren Tang

intikata com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia Yasonna H Laoly menyerahkan instrumen aksesi Traktat Budapest kepada Direktur Jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization) atau Dirjen WIPO Daren Tang Hen Shim, saat melakukan pertemuan bilateral yang berlangsung di Markas Besar WIPO, di Jenewa Swiss, Rabu (13/07) waktu setempat.

Dengan mengaksesi Traktat Budapest, Indonesia menyatakan turut mengakui dan mengikatkan diri pada persetujuan ini. Aksesi ini pun disetujui, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2022, Tentang Pengesahan Traktat Budapest Mengenai Pengakuan Internasional Penyimpanan Jasad Renik Untuk Kepentingan Prosedur Paten, pada 4 April 2022 lalu.

Menkumham Yasonna mengatakan bahwa perjanjian ini mengatur permohonan paten yang berasal dari mikroorganisme, di mana nantinya sampel mikroorganisme tersebut harus disimpan di otoritas penyimpanan internasional atau International Depository Authority (IDA).

“Hal ini sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk mendorong perkembangan inovasi dan mengembangkan sumber daya genetik nasional khususnya pelindungan jasad renik, perlu mempersiapkan proses permohonan paten terkait jasad renik” kata Yasonna.

Baca Juga :  Warga Kalibata Jakarta Selatan Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Rejang Lebong

Menurutnya, pengesahan traktat ini akan memberikan manfaat guna menjamin hasil riset dan inovasi untuk mendapatkan proteksi paten yang efektif dan efisien.

“Harapannya setiap hasil riset akan diperoleh lebih cepat karena sampel jasad renik atau mikroorganisme telah tersedia dengan aman sesuai penyimpanan standar” ungkapnya.

WIPO mencatat saat ini terdapat 85 negara yang telah menjadi anggota Traktat Budapest, dengan Indonesia menjadi negara termuda yang ikut bergabung.

Selain itu, adapun jumlah IDA di Traktat Budapest terdapat sebanyak 48 otoritas. Hal ini karena tidak semua negara yang bergabung dalam Traktat Budapest berkewajiban  memilikinya.

Dalam pertemuan bilateral dengan Dirjen WIPO ini, Menkumham Yasonna Laoly menyampaikan penguatan dukungan kerja sama kepada WIPO dalam membantu memajukan Kekayaan Intelektual (KI) di Indonesia.

Baca Juga :  Curanmor Untuk Modal Nikah, Pemuda Desa Apur Akhirnya .....

Diantaranya adalah Indonesia meminta adanya penambahan jumlah peserta dalam keikutsertaannya dalam program Fellows yang merupakan salah satu bagian dari Capacity Building Program yang dimiliki WIPO.

Selain itu, Yasonna juga menyampaikan permohonan dukungan WIPO terkait proyek Intellectual Property and Tourism serta pembentukan Intellectual Property Academy di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen WIPO Daren Tang mengatakan, bahwa tahun ini WIPO memiliki 12 program Capacity Building yang meliputi bidang teknis substantif, administratif dan kewiraswastaan, yang mana Indonesia dipastikan ikut dalam program tersebut.

“Indonesia akan diikutsertakan dalam program ini” tegasnya Daren Tang.

Terkait Intellectual Property Academy, Ia pun menyebutkan saat ini telah ada 12 negara yang memiliki Intellectual Property Institute dan masih ada 18 negara berikutnya termasuk Indonesia.

“Masih ada 18 negara berikutnya, termasuk Indonesia,” ucapnya.

Daren Tang meminta Indonesia untuk menyiapkan segala infrastruktur dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk menunjang Intellectual Property Academy.

Baca Juga :  Terjaring Razia, 40 Kendaraan Mati Pajak Diberi Tenggak Waktu 3 x 24 Jam Wajib Bayar Pajak

WIPO juga akan mendukung program Intellectual Property and Tourism Academy di Indonesia, di mana untuk proyek WIPO terkait ini sedang dilaksanakan di Costarica, Amerika Tengah.

Sebelumnya, Indonesia telah menjalankan program Intellectual Property and Tourism, dengan Provinsi Bali sebagai daerah percontohan untuk pengembangan kekayaan intelektual dan pariwisata, yang berlangsung pada tanggal 14 Juni 2022 lalu di Museum Puri Lukisan Ubud, Kabupaten Gianyar.

(ni.ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *