“Kalau produksinya lumayan lancar, hingga hari ini kita telah memproduksi 14 ribu baglog jamur tiram” ungkap Bambang.
Dengan proses produksi yang terus berjalan ini, Kalapas pun menerangkan baglog jamur yang awalnya digunakan untuk program pembinaan warga binaan saja, untuk sekarang telah ada baglog yang dijual secara umum.
“Untuk baglog yang terjual ini mencapai 5000 baglod dengan harga jual satuannya Rp 5 ribu per baglog. Ini artinya selama 3 bulan berjalan ini penjualan baglog telah mengahasilkan omset Rp 25 juta” terangnya.















