“Selama ini dia memang berpindah-pindah dari satu pondok ke pondok kebun lain. Setelah melakukan penyelidikan dan berjalan kaki selama 1 jam” katanya.
Saat dilakukan penangkapan, tsk yang mencoba kabur dan melawan anggota akhirnya harus dilumpuhkan dengan timah panas.
Lebih lanjut, Kasat pun menyebutkan dari hasil penyidikan terungkap dalam kasus begal ambulance ini tsk E-D merupakan pelaku yang mengambil handphone milik sopir dan tensimeter atau alat tensi darah. (Iw.IK)















